KESESATAN FORMAL DAN INFORMAL - Catatan Fudican

KESESATAN FORMAL DAN INFORMAL - Catatan Fudican

KESESATAN FORMAL DAN INFORMAL Oleh: Dedy Djamaluddin Malik Kuliah ke-7 DUA MACAM KESESATAN Kesesatan formal (formal fallacy) adalah kekeliruan yang terjadi akibat pelanggaran terhadap aturan-aturan definisi, silogisme kategoris dan silogisme hipotetis. Kesesatan informal (informal fallacy) atau kesesatan material adalah kekeliruan yang terjadi akibat kekacauan konotasi atau denotasi

term-term yang dipakai karena asumsi-asumsi yang salah atas fakta atau realitas. Kesesatan informal bisa juga karena ketidaktahuan terhadap permasalahan yang ada. JENIS-2 KESESATAN FORMAL Kesesatan definisi yang terlalu luas: contohnya pernyataan manusia adalah hewan. Dalam definisi ada dua aspek: (1) definiendum sebagai kata yang didefinisikan; (2) definiens adalah

susunan kata yang mendefinisikan. Pernyataan manusia adalah hewan, sangat menyesatkan karena ada norma bahwa definiens tidak boleh lebih luas daripada definiendum. Kesesatan definisi yang terlalu sempit: contohnya, manusia adalah makhluk rasional yang gampang marah. Dalam proposisi ini ada kesesatan, yakni definiens tidak boleh lebih sempit daripada definiendum.

Manusia sebagai makhluk rasional mestinya menjadi makhluk yang tidak gampang marah. Sebab ia bersifat rasional. Lain halnya bila pernyataan itu: Manusia adalah makhluk emosial yang gampang marah. Proposisi ini bisa benar. Kesesatan karena definisi sirkular (melingkar): contoh: Manusia adalah makhluk manusia atau Bohong adalah kebohongan. Ini kesesatan definisi karena definiens tidak boleh mencakup atau bagian dari definiendum atau apa pun sinonimnya.

Kesesatan karena definisi yang tidak jelas: contohnya Ungkapan yang panjang adalah suatu pemakaian kata yang terlalu banyak dan tidak perlu, yang membatasi satu atom idealitas, yang hilang dalam kedalaman verbal. Dalam proposisi ini terlalu banyak frase atau term yang lebih susah dimengerti daripada definiendum-nya. Kesesatan karena definisi figuratif: Contohnya Anak itu bukanlah anakmu. Ia adalah anak kehidupan ibarat panah yang melesat dari busurnya; menancapkan relung idealismenya ibarat beton kokoh

yang berpijak di haribaan ibu pertiwi. Proposisi ini terlalu banyak memakai bahasa kiasan atau figuratif. Kesesatan karena definisi yang negatif: contohnya, Lelaki adalah seseorang yang bukan wanita. Atau meja adalah perabotan yang bukan kursi. KESESATAN PEMBAGIAN Pembagian yang terlalu luas: contohnya, Manusia dibagi ke dalam hitam, coklat, kuning, putih, merah, biru, dan hijau. Proposisi ini menyesatkan

karena biru dan hijau telah melampaui warna kulit yang ada pada manusia. Pembagian karena terlalu sempit: contohnya, Masyarakat Indonesia terbagi ke dalam suku Jawa, Sunda dan Batak. Proposisi ini mengabaikan suku-suku lainnya seperti Minang, Dayak, Bugis dll. KESESATAN SILOGISME KATEGORIS Memakai empat term: Contohnya, semua orang Indonesia adalah orang Asia; semua orang Jawa adalah orang Melalyu;

Jadi, semua orang Jawa adalah orang Asia. Di sini ada empat term: org Indonesia; Asia; Jawa; dan melayu. Memakai term tengah yang ambigu: Apa pun yang adil adalah indah; membunuh musuh dalam perang adalah adil; jadi, membunuh musuh dalam perang adalah indah. Dalam proposisi ini, term tengah, kata adil adalah ambigu. Karena premis-premis yang negatif: Kesesatan terjadi karena menarik kesimpulan dari dua premis yang negatif. Tidak ada orang Ind adalah orang Rusia; tidak

ada orang Ind adalah orang Australia; jadi, tidak ada orang Australia adalah orang Rusia. Term minor yang tidak layak. Ini terjadi karena premis minor menjadi universal. Padahal yang universal itu ada pada premis mayor. Semua tanaman organisme hidup; semua tanaman tidak berperasaan; jadi, semua makhluk berperasaan adalah organisme hidup. Term mayor yang tidak layak. Orang Ind adalah manusia yang heroik; orang Australia bukan orang Ind; jadi orang Australia bukan manusia heroik. kesesatan terjadi karena premis mayor menjadi kesimpulan. Pdhl term itu partikular KESESATAN DALAM SILOGISME HIPOTETIS

Tolendo Ponens yakni kesesatan yang terjadi akibat premis minor dalam satu silogisme konjungtif menolak satu konjungsi, dan kesimpulannya menerima konjungsi yang lain. Contoh: Seseorang tidak bisa berada du Jakarta dan di Denpasar pada saat yang sama. Kesesatan juga bisa terjadi saat premis minor dari silogisme disjungtif, yang premis mayornya berupa disjungsi yang tidak lengkap, menolak satu disjungsi dan kesimpulannya menerima disjungsi yang lain. Contoh, hari ini adalah hari Senin atau hari Minggu; hari ini bukan hari Senin; Jadi, hari ini adalah hari Minggu.

KESESATAN INFORMAL Kesesatan bahasa: Kesesatan yang terjadi akibat kurang tepatnya kata-kata, frase atau kalimat-kalimat yang dipakai untuk mengekspresikan pikiran. Kesesatan bahasa terdiri dari: (1) ekuivokasi;(2) amphiboly;(3) Accen atau prosody;(4) komposisi; dan (5) kesesatan devisi

KESESATAN BAHASA Ekuivokasi yakni kesesatan yang terjadi akibat pemakaian satu term dengan arti yang berbeda. Kesesatan ini terjadi dalam penyimpulan deduktif akibat kesalahan penetapan arti untuk setiap term. Contoh: Semua bintang adalah benda-benda astronomis; Joy da Santo adalah bintang; Jadi Joy da Santo adalah satu benda astronomis. Kesesatan

accen atau prosody: kesesatan ini terjadi akibat aksen yang salah atau karena satu tekanan yang salah dalam pembicaraan. Contoh: Hendaknya engkau tidak mendambakan isteri tetangga; Tetapi Pak Robi bukan tetangga saya; Karena itu, saya dapat mendambakan isterinya. Anwar menyerahkan tugasnya tepat waktu; karena itu, Anwar biasanya menyerahkan tugastugasnya terlambat. Bila dibaca tanpa perubahan tekanan suara, premisnya bisa benar. Bila tekanan suara difokuskan pada kata terakhir maka akan menyiratkan kebenaran kesimpulannya. Kesesatan

komposisi: ini terjadi akibat penyebutan secara kolektif apa yang seharusnya disebut secara individual. Contoh: setiap kuliah yang diselenggarakan di universitas dikelola dengan baik; oleh karena itu, pendidikan di universitasku dikelola dengan baik. Kesesatan devisi: kesesatan terjadi akibat kita menyebut secara individual untuk sesuatu yang seharusnya kolektif. Contoh: Mahasiswa filsafat membentuk kelas yang baik. KESESATAN RELEVANSI

Argumentum ad Bachulum Argumentum ad Homonim Argumentum ad Ignorantiam Argumentum ad Misericordiam Argumentum ad Populum Argumentum ad Verecundiam Converse Accident Non Causa Pro Causa Accident (aksidensi) Argumentum ad Bachulum

(kekuatan membuat benar) yakni kesesatan berpikir akibat penggunaan logika kekuatan (kekuasaan) untuk memaksa orang menerima pendapat dan kesimpulan kita. Argumentasi ini biasanya dipakai ketika bukti-bukti dan argumen rasional tidak cukup kuat. Contoh: Bila anda tak setuju saya, anda akan kehilangan jabatan. Argumentum ad Homonem yakni kesesatan berpikir dengan memakai serangan terhadap pribadi lawan, bukan pada isi argumentasinya.

Ada tiga cara menyerang pribadi lawan: (1) menghina lawan; (2) mendiskreditkan lawan bicara; (3) menyerang kelemahan pribadi lawan bicara. Contoh:Dasar idiot, menulis berita saja tak becus, atau Bagaimana kamu bisa lulus wawancara, academic record-nya saja Cuma 2,3, atau Bagaimana kamu bisa menyuruh orang agar bermoral, sementara kamu sendiri tidak bermoral. Argumentum ad Misericordiam yaitu kesesatan berpikir dengan

menggunakan perasaan belas kasihan untuk memenangkan argumentasinya. Contoh: Mohon pertimbangan Bapak agar ujian kali ini saya bisa lulus. Soalnya sudah empat kali ujian. Saya malu kepada orang tua saya, temanteman saya juga melecehkan, termasuk pacar saya. Tolonglah Pak demi nama baik Stikom juga. Argumentum ad Populum yaitu kesesatan berpikir karena dengan menggunakan prasangka etnis, atau opini publik, perasaan suka atau tidak suka.

Argumen ini merupakan metoda jalan pintas untuk menjatuhkan lawan. Contoh: Semua orang tahu bahwa semua pejabat publik itu korup. Sebagai Bupati, Bapak harus mundur karena korup. Argumen semacam ini sering dipakai para politisi, provokator, pembuat iklan dan para penghasut. Argumentum ad Verecundiam yaitu kesesatan berpikir dengan memakai otoritas, kewibawaan atau keahlian seseorang.

Contoh: Percaya lah Presiden itu bebas dari korupsi karena ia sendiri yang menyuruh pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya. Contoh lain: Orang miskin itu biarkan saja mati karena menurut Darwin siapa yang kuat itulah yang akan bertahan hidup (survival of the fittest). Accident yaitu kesesatan berpikir karena menerapkan prinsip-prinsip umum untuk kasuskasus tertentu. Contoh: Karena semua agama pada prinsipnya mengajarkan kebaikan, maka orang Islam boleh

ikut ibadah Kristen; Budha boleh shalat atau Hindu boleh melakukan kebaktian di Gereja. Contoh lain:Demi kebebasan berpendapat yang dijami UUD 1945, siapa pun, termasuk Alay tak boleh ditangkap, karena hal itu merlanggar UUD dan HAM. Padahal Alay demo dengan mencorat-coret mobil yang lewat dengan cat. Converse Accident yaitu kesesatan berpikir akibat membuat generalisasi yang gegabah, dengan memakai generalisasi induktif yang tidak lengkap. Contoh:Sebagian mahasiswa X adalah

pecandu narkoba. Oleh sebab itu, semua mahasiswa X adalah pecandu narkoba. Contoh lain:Sebagian mahasiswa tukang nyontek. Karena itu, semua mahasiswa tukang nyontek. Non Causa Pro Causa yaitu kesesatan berpikir akibat sebab yang salah. Diduga bahwa X menyebabkan Y. Padahal tidak ada kaitannya yang utama. Contoh: Bila tidak ingin ada korupsi di birokrasi, maka

naikkan gaji pegawai negeri sebesar 15 juta/bulan. Pasti korupsi akan sirna. Petitio Principii yaitu kesesatan berpikir karena yang tidak didukung dengan fakta-fakta yang jelas atau menyembunyikan premis kunci yang kurang berdasar. Contoh: Tidak memberi uang kepada pengemis jalanan, adalah pelanggaran moral, karena

pengemis itu secara moral sah untuk meminta-minta.

Recently Viewed Presentations

  • Do Now  How did the invention of the

    Do Now How did the invention of the

    Microscopes A History Lesson History of the Microscope 1590 -first compound microscope History of the Microscope 1655 - Robert Hooke used a compound microscope to observe pores in cork He called them "cells" History of the Microscope Antoine van Leeuwenhoek...
  • 1 Macroevolution: Sympatric Speciation Types of Speciation: A

    1 Macroevolution: Sympatric Speciation Types of Speciation: A

    This was discovered by Hugo deVries when studying primroses. ... Female preferences and male coloration covary with water transparency in a Lake Victoria cichlid fish. Biological Journal of the Linnean Society. 99: 398-406. Seehausen, O., van Alphen, J. J. M.,...
  • HS TW West Virginia Enhanced HSTW Design Site

    HS TW West Virginia Enhanced HSTW Design Site

    See Page 41-55. Appraisal Areas are continued on next slide. Note: One school of the 16 Enhanced sites that took the HSTW Assessment is a consolidation of four schools. Lincoln County HS is comprised of Hamlin HS, Duval HS, Harts...
  • ChE / MET 433 Linearity, Windup, & PID

    ChE / MET 433 Linearity, Windup, & PID

    ChE / MET 433. 11 Apr 12. Process Linearity, Integral Windup, PID Controllers. Linearity, Windup, & PID. 30 Mar 07. 2 Apr 08. 27 Mar 09
  • Functional Photonics for Single Bioentities a biophotonics ...

    Functional Photonics for Single Bioentities a biophotonics ...

    Functional Photonics for Single Bioentities An application for a Platform Grant in Biophotonics from the University of Surrey
  • Open Public Meetings Act RCW 42.30 Forest Practice Board ...

    Open Public Meetings Act RCW 42.30 Forest Practice Board ...

    are recurring meetings held in accordance with a periodic schedule by ordinance, resolution, bylaws or other rule. A state public agency must: Yearly, file with Code Reviser a schedule of regular meetings, including time and place. Publish changes to regular...
  • Vocabulary Words American Literature Week #10 Pragmatic  Pragmatic

    Vocabulary Words American Literature Week #10 Pragmatic Pragmatic

    Pretentious. Definition: (adj) making a claim to importance or distinction. Synonym: showy, pompous, exaggerated. Antonym: down-to-earth, sensible
  • CSC207 Software Design

    CSC207 Software Design

    Summer 2011 Lecturer: Hesam C. Esfahani ... Prerequisites CSC 148H/150H (including transfer credit) Don't have this? The undergrad office may remove you from the course! To avoid this fate, please contact me to explain how you have equivalent background. Not...